Senin, 27 Mei 2013 - 13:18:07 WIB
Usulan Proposal 2014 Secara Online
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita - Dibaca: 572 kali

 

Hari Priyono, Sekjen Kementerian Pertanian menyatakan bahwa untuk perencanaan 2014, Kementan tidak lagi menerima proposal dari daerah dalam bentuk hard copy, tetapi harus dikirim ke pusat secara online ke dalam web e-proposal.

 

Untuk memperbaiki sistem perencanaan, saat ini telah dibangun sistem aplikasi yang dapat menampung usulan daerah dalam bentuk eproposal. Sistem aplikasi ini berbasis website dimana proposal yang masuk untuk tahun 2014 sudah diharuskan menggunakan sistem e-proposal. Sistem apilkasi ini sudah disosialisasikan ke Provinsi/Kabupaten/Kota. Dengan adanya sistem e-proposal, Kementerian Pertanian telah sepakat untuk tidak lagi menerima proposal dalam bentuk hard copy. Dalam waktu dua bulan proposal yang masuk sudah mencapai 13.407 dari daerah.

 

Kelebihan menggunakan sistem e-proposal ini diantaranya: (1) Lebih efektif dan efesien dalam penyusunan kegiatan dan membangun data bases kawasan, (2) Untuk menjaring sebanyak mungkin usulan-usulan dari daerah yang pontensial untuk dikembangkan, (3) Mempercepat pengiriman data proposal dari Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia, (4) Memperkuat peran Dinas/Badan provinsi sebagai koordinator mekanisme perencanaan satu pintu, (5) Mempercepat proses penilaian proposal oleh tim pusat, (6) Meningkatkan efisiensi dan efektivitas penganggaran, (7) paperless, (8) Sistem e-proposal ini juga lebih memperhatikan usulan daerah (bottom up planning) sehingga alokasi penganggaran berdasarkan kebutuhan daerah dan kemampuan daerah.

 

Dengan melihat kelebihan tersebut diharapkan untuk kedepannya sistem e-proposal ini akan dikembangkan lebih profesional baik di level Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat.

 

Topik ini menjadi perhatian khusus terutama pada saat menyusun anggaran 2014, dengan keterbatasan anggaran, agar daerah lebih dapat memfokuskan kegiatannya untuk kegiatan-kegiatan yang utama yang dapat mengungkit produksi di daerah tersebut. Fokus lebih diarahkan pada fokus komoditas dan wilayah. Seperti diketahui bahwa Kementerian Pertanian mempunyai komoditas unggulan utama yaitu padi, jagung, kedelai, tebu dan daging. Diharapkan dengan adanya komoditas utama ini maka wilayah yang memiliki komoditas unggulan dapat lebih memfokuskan pengalokasian anggarannya ke komoditas tersebut. Terkait dengan fokus wilayah diharapkan untuk tahun 2014 wilayah yang memiliki komoditas unggulan dapat dijadikan wilayah prioritas dan tidak perlu membuka wilayah baru sebelum wilayah yang ada menjadi mapan.

Hal tersebut disampaikan Sekjen pada acara Pra Musrenbangtan 2013 pada tanggal 21-22 Mei 2013 di Bogor. Pelaksanaan Pra Musrenbangtan dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementarian Pertanian Ir. Hari Priyono,M.Si. Peserta berjumlah 500 terdiri dari pusat dan daerah (Dinas/Badan lingkup pertanian provinsi) sedangkan pusat dihadiri dari masing-masing Eselon-I Kementerian Pertanian.

 





    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)